BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan memiliki kondisi geografis yang kompleks, dengan banyaknya aliran sungai dan curah hujan tahunan yang tinggi. Hal ini menjadikan sejumlah wilayah di Kalsel rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, kebakaran lahan, hingga cuaca ekstrem.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Farid Fakhmansyah, melalui Kasubid Kesiapsiagaan Ariansyah, menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.
“Kebakaran lahan, kekeringan, banjir, angin puting beliung serta cuaca ekstrem menjadi ancaman tahunan yang harus diketahui dan diwaspadai masyarakat,” Jelasnya.
Ia menjelaskan, ancaman bencana tidak hanya terjadi saat musim penghujan, tetapi juga ketika musim kemarau. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi budaya di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi, BPBD Kalsel telah mengimplementasikan sejumlah program langsung ke masyarakat seperti Satuan Pendidikan Aman Bencana, Desa Tangguh Bencana, dan Keluarga Tangguh Bencana. Ketiga program ini mengintegrasikan mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons bencana dengan pendekatan berbasis komunitas.
Di sisi lain, BPBD juga menggandeng BMKG, Dinas PUPR, dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan untuk memantau perubahan cuaca dan iklim, sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi bencana.
Ariansyah juga mengimbau masyarakat untuk aktif mengenali potensi bencana di sekitar mereka.
“Kenali karakteristik daerah tempat tinggal, simpan kontak darurat lembaga penting (BPBD, Damkar, Basarnas), menyiapkan tas siaga bencana dan hindari berita hoax yang beredar,” lanjutnya.
Guna mendukung upaya sosialisasi dan penyebaran informasi, BPBD Kalsel kini memperkenalkan aplikasi dan platform informasi Si-Anang (Siap Aman Tangguh). Masyarakat bisa memanfaatkan kanal ini melalui media sosial dan website resmi BPBD Kalsel untuk mendapatkan informasi terkini seputar cuaca dan kebencanaan.
Tidak ada komentar