Pemko Banjarmasin Tegaskan Dugaan Keracunan Siswa SMPN 33 Terjadi Sebelum Makanan Bergizi Gratis Dibagikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Okt 2025 20:07 99 kalselterkini

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan bahwa gejala pusing dan mual yang dialami puluhan siswa SMPN 33 Banjarmasin bukan disebabkan oleh menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan telah terjadi sebelum makanan tersebut dibagikan di sekolah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan hasil investigasi awal bersama pihak sekolah dan Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa mayoritas siswa sudah mengalami keluhan mual dan diare sejak sebelum menerima paket MBG.

“Memang di awal ada dugaan keracunan MBG, tapi belum bisa dipastikan karena beberapa siswa mengalami gejala bahkan sebelum makanan dibagikan,” ungkap Ryan, Selasa (21/10).

Ia menambahkan, hasil penelusuran juga menemukan bahwa waktu munculnya gejala berbeda-beda. Ada siswa yang mulai merasa tidak enak badan sejak malam sebelumnya, dan ada pula yang mengeluh mual di pagi hari sebelum pembagian MBG dimulai.

Saat ini, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG. Ryan memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan pendampingan dan perawatan medis.

Keterangan tersebut diperkuat oleh salah satu murid kelas 7B, Muhammad Afriasnyah, yang mengaku merasa mual sebelum sempat memakan MBG.
“Belum sempat makan MBG, tapi tiba-tiba perut sakit dan mual. Pagi tadi cuma sarapan udang di rumah,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Basirih Baru.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, juga turun langsung meninjau kondisi para siswa di puskesmas. Ia memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan cepat dari tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, semuanya sudah diberi obat dan vitamin. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kesehatan, karena belum tentu ini keracunan dari MBG,” kata Yamin.

Ia meminta laporan lengkap dari dokter dan guru pengawas mengenai makanan terakhir yang dikonsumsi siswa sebelum kejadian.
“Kita tidak bisa langsung mengaitkan dengan MBG. Harus menunggu hasil laboratorium dan keterangan lengkap dari anak-anak,” jelasnya.

Yamin juga telah memerintahkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan melakukan investigasi menyeluruh, termasuk memanggil pihak penyedia MBG dan guru pengawas di sekolah untuk dimintai keterangan.

“Guru dan pihak sekolah harus jadi pengawas pertama yang menjamin keamanan makanan. Kami juga minta penyedia MBG lebih disiplin, jangan memasak malam hari untuk dikonsumsi siang besoknya,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Banjarmasin memutuskan untuk menghentikan sementara penyaluran program MBG hingga hasil uji laboratorium resmi keluar.
“Hari ini belum dibagikan karena ada siswa yang sakit. Kami tunggu hasil uji klinis dulu sebelum dilanjutkan,” tutupnya.

Meski begitu, Yamin menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi dan kualitas belajar siswa, dengan memastikan keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai prioritas utama.

kalselterkini

Kalsel Terkini adalah media online dari Kalimantan Selatan yang memberikan informasi berkelas

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA